Jan 1, 2010 0 comments

I'll (not) be home for 2010 New Year

Well, it's not really wise to waste your time posting on a blog while you have a huge task for making smooth transition end and new year. But people, I am bored. So here I am, typing this litle nonsense, hehehe...

I just read a blog, asking 7 places you'd rather be right now, then suddenly my mind flies to a place, the most wanted place I would go now. My home.
This is the first day of year 2010, this is also the seventh time I spend new year's eve far away from my homeland. Homesick, I am trying to figure out what you're guys doing over there.Realistis, saya harus melanjutkan perjalanan saya.

Selamat datang 2010, pasti ada banyak cerita menarik yang akan datang :)Oke deh, saatnya kembali mengejar mimpi

So hopefully I can do better this new year, not just for myself but hopefully for others. There are some hope that I silently whisper in my pray, but no matter how everything will turn out, I will try to believe You more. I know it's going to be hard, but a long journey should be started with one single step!!!

Why going home for good? Said some people. The opportunity is better for you outside. Said the other. Yeah, I know that's all true :) This place is never be a complete home for me :) I enjoy living here, earn some bucks, having lots of fun. But I miss my home so much, the whole family.

Me and my desk on the 1st day 2010 new year.
--di tengah kesibukan yang makin kronis
Nov 28, 2009 2 comments

View Pagi Ini

Posting ini terinspirasi dari kejadian yang saya alami pagi ini….

Pagi ini, saya bersama Mas Imam berangkat ke WDD (Wanagon Drainage Drift) Project, sebuah tunnel yang terletak di ketinggian 3650.21m di atas permukaan laut. Kamera yang saya bawa awalnya hanya untuk mengambil gambar beberapa hal konstruksi yang belum sesuai design dan butuh improvisasi.



Sesaat setelah itu tiba-tiba saya terbengong terbelalak sadar atas apa yang saya lihat bahwa ‘wow ternyata saya bisa juga di sini yah’… (padahal pagi ini bukan kali pertama saya mengunjungi project ini)



Memang, beberapa hari kebelakang tingkat ke-setressan memuncak karena banyak hal yang musti diselesaikan hingga akhir tahun ini.



Mengapa saya selama ini memandang hidup saya dari satu sisi saja? Seperti mata uang yang punya dua sisi, demikian pula hidup saya. Ada sisi keberhasilan, suka cita, dan kebahagiaan. Di sisi yang lain ada kegagalan (tertunda-red) dan airmata. Tapi sifat saya yang keras kepala dan tidak pernah puas membuat saya selalu berat sebelah. Mata uang itu tak lagi imbang, keberhasilan dan kebahagiaan yang saya dapatkan tak akan pernah membuat saya puas.Contoh simpel dan sepele adalah scholarship yang gagal saya dapatkan 2 tahun lalu. Bertahun-tahun menjelang lulus sarjana saya mencoba mencari beasiswa (saya ingat, beasiswa pertama yang saya coba apply adalah DAAD thn 2007, waktu saya baru saja tugas akhir), dan tidak ada yang sukses. Sampai saya sampai pada titik zero expectation karena beasiswa yang berhasil saya dapatkan hanyalah untuk Universitas Nasional. No more trying. Lalu tiba2 saja saya mengambil langkah untuk memulai berkarir dan kesempatan itu ada, ya di sini sekarang!.


Tapi lalu tiba-tiba di tengah rasa bersyukur itu ... eng i eng ... saya flash back ke dua tahun yang lalu. Ingat sebuah kejadian pahit. in disguise" ? Menurut hasil googling, blessing in disguise = a good thing that you don't recognize at first. But as I person who never feel satisfied, saya masih saja bertanya-tanya, kok jalannya musti gitu ya. Kok saya musti lewat jalan yang sangat tidak mengenakkan? I really thank God for my succeed, but it doesn't stop me thinking "Kenapa saya tidak boleh mendapatkan dua hal yang bagus instead of satu kegagalan dan satu keberhasilan :) ? Maruk ya :) ?"


Ya, saya pagi ini tegar berdiri tersenyum di dinginnya Heat Road bersukur kepada Tuhan saya atas renungan pagi ini tentang pilihan hidup :)

Ibarat etalase bakery shop yang menawarkan beragam roti. Ada yang berbentuk kecil mungil dengan beragam warna-warni. Ada yang berbentuk persegi berwarna kehitaman bertaburan coklat. Ada bulat besar dengan pernak-pernak buah cheery di atas siraman coklat. Kesemuanya menawar rasa yang sama, manis (lho kok analogynya ke makanan?).


Tinggal ambil saja! Tidak perlu mempertimbangkannya. Sepertinya memang begitu mudah. Sayangnya, dalam kenyataannya kita hanya diperkenankan mengambil satu saja. Tidak lebih. Karena tentu saja ada keterbatasan kekuatan pada diri kita untuk bisa mengambil semuanya. Itu keadaan yang paling jujur.
Nov 7, 2009 2 comments

Rumah Sederhana

Ada rumah sederhana di tepi kota, menawarkan sebuah kedamaian dalam elegan isinya.
Pop rock music dan jazz selalu menjadi gema di dalamnya mengisi keseharian pemiliknya.
Selalu ada tawa, canda, dan gurau dalam setiap detiknya.
Rutinitas harian dilanjutkannya di keheningan malam-malamnya.
sekali lagi, selalu kedamaian yang ada didalamnya.
Tempat lahirnya 'sang juara' yang bakal mengubah dunia kelak.....
Halamannya yang relatif kecil cukup melegakan pandangan di saat jemu...

Ruang tamu yang simple dan kecil cukup memanjakan yang memasukinya
Kamar tidur dengan 1 bed yang hmm.....

Sekat kecil lemari di sampingnya...
Masakan-masakan nikmat tercipta dari dapur mungil ini :)


Working on the home while relaxasing? why not...


Toilet kecil nan elegan...

worth untuk sebuah kerja keras....!

Pulang ke Rumah (Priceless)



"Pulang ke kotamu, ada setangkup haru dalam rindu

Masih seperti dulu, tiap sudut menyapaku bersahaja ''


...kLa Project - Yogyakarta


Because I really miss motherland…..


Yah begitulah kalau sedang dilanda syndrome balik cuti……

Padahal 4 hari yang lalu masih bersenang-senang dengan hiruk pikuk Kota Surabaya :)

Anyway, thanks for the last 3 weeks great vacation which I did with full of happiness adventure….
Sep 14, 2009

0...1...2...

Owh No....hari ini 14 September 2009 ya?
[senyum]

wah.. tepat 2 tahun lalu aku menginjakkan kaki pertama kali di site yang super dupper dingin ini

[lebay nya kumat]

2 tahun waktu merupakan waktu yang cukup panjang, tapi berjalan serasa dalam hitungan hari.

Kembali berekoleksi, apa sih yang membedakan aku hari ini dan 2 tahun lalu ketika dengan culunnya pergi ke kantor untuk pertama kali dalam sejarah hidupku setelah bergulat dengan kuliah dan proyek selama 3.7 tahun?

Sisi [+]
> 2 tahun lalu tak pernah terpikir aku menjadi aku yang sekarang ini, hanya berpikir bagaimana memberi yang terbaik, siapa sangka saat ini aku duduk di sini sebagai operation engineer yang mengelola technical support project pre-production tambang bawah tanah yang bernama GVD dan WDD?
> 2 tahun lalu aku menjalani hari-hari pertamaku dengan teramat berat (adaptasi dengan lingkungan), siapa sangka dengan tanpa mengeluh, saat ini aku bisa menikmati hari2 kerjaku dan roster cuti ku yang mungkin gak aku dapatkan di perusahaan lain?
> 2 tahun yang lalu kalau ketemu bule pasti gelagapan deh, siapa sangka sekarang kalo ketemu bule dengan PD-nya cas cis cus even english-ku berlogat parung hehehe
> 2 tahun lalu masih miskin, siapa sangka sekarang aku sudah mulai bisa nabung he
> 2 tahun lalu, aku hanya bisa mengagumi kecanggihan CAD, siapa sangka sekarang di laptopku sudah terinstall ACAD 2010, Vulcan, Duct Sim dan software mining lainnya selain GIS software sebagai darah dagingku
> 2 tahun lalu, aku gak pernah sedikitpun berpikir keluar negeri, siapa sangka saat ini aku sudah punya passport dengan 2 lembar visa negara tetangga di dalamnya
> 2 tahun lalu aku gak pernah berpikir akan mengolah data Remote Sensing untuk Kelautan, eh siapa sangka dalam 2 tahun terakhir, jari-jariku dengan bantuan otakku menghasilkan sebuah thesis dan 3 buah skripsi (bentar lagi 4), I never loose my marine geomatic instinc.

kaya uang logam setiap aspek pasti memiliki sisi yang berlawanan, [hehehe saia cukup objektif bukan]

> 2 tahun lalu, bahasa inggris ku sangat sopan, sekarang siapa sangka bahasa inggrisku [kalo gak dikontrol] menjadi kelewatan (banyak bahasa pergaulan-red)
> 2 tahun lalu berencana mengambil test ToEFL international, tapi apa daya sampai sekarang aku hanya punya sertifikat TOEFL ITP [karena waktu libur banyakan mainnya]
> 2 tahun lalu beladiriku masih keren, tapi aku gak yakin dengan kemampuanku saat ini
> 2 tahun lalu berencana akan sekolah secepatnya, tapi apa daya hingga saat ini aku masih berkutat dengan pekerjaanku hoho [hidup itu pilihan khan]
> berat badan, 3 kg lebih berat dari 2 tahun lalu... tidaaaaaaakk..... [yang penting masih dalam batas ideal]
> 2 tahun lalu kopi hanya teman ketika ujian saja, siapa sangka sekarang kopi bagiku adalah sahabat setia setiap hari :(
> 2 tahun lalu aku berencana akan tetap menulis journal, eh siapa sangka setelah 2 tahun ini saya hanya menghasilkan 2 journal hikz3 (1 tahun=1 journal)


Teringat masa kecilku, ketika ditanya papah mau jadi apa? dengan lantang aku menjawab

"Jadi Pilot!"
"tentara"
"Astronot"

jawaban simple, dan polos.

ketika beranjak smu, gambaran itu menjadi sedikit kabur, ketika ditanya mau jadi apa... berpikir dan aku menjawab

"Ngg tau deh..liat aja nanti.."

Uda ga ada lagi jawaban spontan, konyol dan mengundang senyuman di wajah.

Seperti kehilangan daya untuk kembali berandai-andai menjadi seseorang yang luar biasa.

Tetapi beruntung selama kuliah saya memiliki seorang papah yang selalu mengingatkan untuk berandai andai.... beliau selalu bilang "sejauh mana kamu berandai-andai, Sejauh itulah kamu akan terima hal itu!"
Definitely pah, cause, DREAMS NEVER DIE, BESOK ditentukan oleh Keputusanku HARI INI!
Yah, mungkin saja sekarang ini adalah hasil berandai2 aku selama beberapa tahun kebelakan ok... OK, sekarang saatnya mulai berandai-andai hal yang lebih besar.

--berencana pulang dari kantor membeli coke diet dan pringless untuk merayakan 2 tahun ku di sini :)

-one part moment of my life-
Suatu hari kita akan terbangun dan tersenyum karena pernah melewatinya...
Aug 24, 2009 1 comments

kamu




















Dear kamu,
Ketika kamu hadir di hidupku, aku masih belum bisa memutuskan a.k.a aku masih bodoh

Ketika aku masih belum memutuskan, waktu terus berjalan, hingga tiba titik kulminasi yang meyakinkan aku bahwa kamulah untukku



Ketika aku sudah memutuskan aku masuk di dalam hidupmu dan aku memutuskan untuk menjadi bagiannya



Ketika kamu mengijinkan aku menjadi bagiannya aku memutuskan untuk mewarnai isinya


Ketika aku mewarnai isinya tanpa di sengaja kamu juga mewarnai hidupku



Ketika kamu mewarnai hidupku, aku baru menyadari bahwa kadang aku tidak suka dengan warnanya


Ketika aku tidak suka dengan warnanya kamupun menyudahi



Ketika kamu menyudahi akupun tidak henti mencarimu



Ketika mencari kamu aku sering aku menemukan kamu sedang terhenti di persimpangan jalan


Ketika di persimpangan jalan itu kamu tidak sedikitpun melihatku



Ketika menjalani pilihan kamu aku baru tau bahwa itu bukan jalanku


Mungkin di persimpangan ini kita akan bertemu lagi
Mungkin aku akan meninggalkan persimpangan ini, tetapi warnamu selalu ada di hidupku
Aug 8, 2009 1 comments

8 Agustus

Pernah gak kita waktu kanak-kanak, selalu mendebatkan tentang agama. Ya, ini jenis kebanggaan yang mengingatkan pada kebanggaan gaya kanak-kanak itu.
entah kemana perginya segala penjelasan bahwa ini soal keyakinan hati.

I guess some people never grow up

Agama, sekali lagi sering menjadi pemicu konflik paling murah di republik ini..
kalo cuman minum obat tapi kualitas hidup tidak dijaga ya buat apa? mustinya selain minum obat, si pasien juga harus tetap menjaga kalo tidak meningkatkan kualitas hidupnya. istirahat yang cukup, jangan menforsir diri, menghindari hal-hal yang bisa memperburuk penyakitnya dan banyak lagi, selain relatif lebih cepat sembuh, bukan tidak mungkin penyakit yang sama tidak akan pernah kembali.
Saya manggut-manggut mendengarkan penjelasan dokter perusahaan yang sedang menjelaskan pentingnya tindakan pencegahan dan perbaikan kualitas hidup, ketika saya ke klinik untuk berobat.

Penyakit dan obat. seperti masalah dan agama di negara kita?
karena agama sudah terlalu sering kita pahami sebagai segepok dogma sumber segala kebenaran mutlak? meyakini bahwa semua sebaiknya tidak dipertanyakan karena kita sedang bicara tentang Tuhan?
mungkin karena mau tidak mau harus diakui bahwa sejarah kehidupan manusia terpahat juga karena local particularities, hal-hal yang ada di tengah-tengah masyarakat? termasuk pengaruhnya pada perkembangan agama? bahwa beberapa unsurnya mungkin saja sesederhana hal-hal yang merupakan local particularities and not at all about what God permits, God forbids?

Marilah kita jaga kerukunan beragama di negara tercinta ini, jangan lagi ada konflik, terorisme, dan pertentangan atas nama agama….. Bhineka Tunggal Ika……

Appresiasi saya kepada Densus 88 dan jajarannya atas prestasinya pada 8 Agustus 2009.
Jun 6, 2009 1 comments

GPR (Ground Penetrating Radar) at GVD 3 void heading

Last Wednesday (03 June 09), I had a chance for monitoring the ground condition inspection by Geotech FI, because from the last inspection conducted by Christ said in GVD 3 North from XC 8 lot of void inside the current rock.
Currently I worked at GVD Project, GVD mean Grasberg Ventilation Decline which the goal of this projects are:
• Accelerate the schedule for the development and production of the Grasberg Block Cave Mine.
• Establishes access for the Grasberg Block Cave Mine Development.
• Provides alternative access and materials handling while the AB Adits are closed for rail installation.
• Provides increased geological knowledge for the excavation and construction of the Grasberg Infrastructure.
• Provides ventilation during the development phases of the Grasberg Block Cave Mine.
We drive currently 3 Tunnels where are straight ahead to North and 1 active heading to Exhaust Access. Look at the picture below regarding on orientation of heading location.

GPR is a geophysical instrument that is nondestructive and produces a continuous cross-sectional profile of different subsurface features. It is often used to investigate subsurface conditions and features such as the depth to bedrock, different soil layers and subsurface voids. Subsurface profiles are collected by towing the radar instrument over the ground surface and observing the underlying geologic features as profiles on a computer screen.

The electrical conductivity of the subsurface materials is one of two factors determining the depth to which the radar waves can penetrate. In low conductivity materials, such as dry sand or granite, deeper depths may be obtained. In highly conductivity materials, such as clay and shale, the radar waves are attenuated and absorbed, which greatly decreases the depth of penetration. The frequency of the radar antenna is the other factor determining the depth to which the radar waves can penetrate. Antennas with low frequencies (100 MHz) have lower resolutions but obtain reflections from deeper depths, about 10 to 30 meters, while higher frequency antennas (500 MHz) have greater resolution but less depth penetration. GPR operates by transmitting pulses of radio waves down into the ground through an antenna. The transmitted energy is reflected from contacts between different earth materials. When the transmitted signal enters the ground, it contacts subsurface strata with different electrical conductivities and dielectric constants. Portions of the radar waves are reflected off a subsurface interface, while the rest of the waves pass through to the next interface. The digital control unit receives the reflected waves after they
have returned through the antenna. The control unit registers the reflections against a two-way travel time, then amplifies the signals and sends them to a computer. The computer takes the output signals, representing reflected surfaces, and plots them on the radar profile as different color bands.
Why the Geotech used the GPR methods?
Ground penetrating radar locates almost anything underground
Ground penetrating radar makes an underground "picture"
GeoModel, Inc. conducts ground penetrating radar surveys anywhere in the world
Low cost ground penetrating radar surveys
Geotech conducts ground penetrating radar surveys with various frequencies. Depths of ground penetrating radar (GPR) can be as deep as 30 to 40 feet (10 to 15 meters) in sandy or silty soils, using a low frequency ground penetrating radar antenna. A higher frequency antenna can examine the near surface, from 0 to 10 feet (0 to 3 meters), in great detail.











The result: 16 – 20 m ahead of current heading, it’s defined as fractured rock zone with lenses of void. Fractured zone could be shears zone (?) or fault zone (?), which associate with water .
Not much clay content observed at the heading, but the rock mass is very fragile as blocky material within shears zone.
There is no potential squeezing on this area.

Based on information from Hydrology, refer to Drill hole CI3 04-01, the water around the heading will decrease in time.
For geographic reference I did survey pick up into sounding location by total station with resection mode.

 
;